Rabu, 16 Oktober 2013

Manfaat Perencanaan dan Jenis-Jenis Perencanaan dalam Organisasi




Manfaat Perencanaan dan Jenis-Jenis Perencanaan dalam Organisasi

Manfaat Perencanaan:



1.      Standar pelaksanaan dan pengawasan
2.      Pemilihan berbagai alternative terbaik
3.      Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan
4.      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
5.      Membantu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
6.      Memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait
7.      Meminimalkan kesalahan dalam proses pengerjaan.
      8.      Membantu manajemen menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
      9.      Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
      10.  Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat
      11.  Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi
      12.  Memudahkan koordinasi antar bagian organisasi
      13.  Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan mudah dipahami
14.  Dapat membedakan arah bagi setiap kegiatan dengan jelas.
15.  Dapat mengetahui apakah tujuan tersebut telah dicapai.
16.  Dapat memudahkan mengindentifikasikan hambatan.
17.  Dapat menghindarkan pertumbuhan dan perkembangan yang tak terkendali.

Jenis-Jenis Perencanaan dalam Organisasi
1.      Berdasarkan Luasnya
·         Rencana Strategik
Rencana yang berlaku bagi organisasi secara keseluruhan, menentukan tujuan yang harus dicapai oleh keseluruhan organisasi maupun oleh unit-unit bisnis yang ada di dalamnya.
·         Rencana Operasional
Rencana operasional adalah rencana yang merupakan penguraian lebih terinci mengenai bagaimana rencana strategik akan diimplementasikan.

2.      Berdasarkan Waktu
·         Rencana Jangka Panjang
Rencana dengan kerangka waktu labih dari tiga tahun
·         Rencana Jangka pendek
Rencana yang mencakup satu tahun atau kurang

3.      Berdasarkan kekhususan
·         Specific Plan
Rencana yang mendefinisikan dengan jelas dan tidak memberi ruang untuk penafsiran ganda
·         Directional Plan
Rencana yang fleksibel dan yang menjadi pedoman umum

4.      Berdasarkan Frekuensi Penggunaan
·         Rencana sekali pakai
Rencana yang digunakan sekali saja yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan situasi yang unik
·         Rencana terus-menerus
Rencana yang berkesinambungan yang menjadi pedoman bagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang


DAFTAR PUSTAKA
herry.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/966/PERENCANAAN.pdf
Erry Sukriah, MSE. Dasar-dasar Perencanaan: EMA_WK9_Dasar-dasar_Planning_[Compatibility_Mode].pdf

Perencanaan (Planning) dan Langkah-lamgkahnya



PERENCANAAN (PLANNING)

Perencanaan (Planning) adalah proses persiapan dasar atau penentuan cara-cara yang disusun untuk mencaai suatu tujuan tertentu.
·         Kaufman (1972) sebagaimana dikutip Harjanto, Perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai.
·         Bintoro Tjokroaminoto mendefinisikan perencanaan sebagai proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
·         Abdulrachman (1973), Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-faktadan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakantindakan-tindakan kemudian.

Pada hakekatnya perencanaan merupakan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan atas sejumlah pilihan mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan dan berkesinambungan.
Dalam perencanaan seseorang memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukannya.

Langkah-langkah dalam perencanaan:
1)      Menentukan tujuan yang akan dicapai : syarat tujuan jelas, dapat dicapai, dan tidak terlalu ringan.
2)      Merumuskan keadaan saat ini.
3)      Menentukan faktor-faktor yang mendukung dan yang menghambat tercapainya tujuan tersebut.
4)      Merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan.
5)      Mengimplemantasikan rencana dan mengevaluasi hasilnya.


DAFTAR PUSTAKA
herry.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/966/PERENCANAAN.pdf
Mery Maswarita. Teori Perencanaan: Universitas Sriwijaya.pdf

Kamis, 10 Oktober 2013

DEFINISI MANAGEMENT DAN KEPEMIMPINAN



MANAGEMENT
Definisi manajemen dibagi dalam 3 definisi, yaitu :
1.      Manajemen sebagai suatu proses
2.      Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3.      Manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai seni

1.      Manajemen sebagai suatu proses
Dilihat dari cara orang mencapai suatu tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat menurut:
·         George R.Terry: Manajemen adalah cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui kegiatan orang lain.
·         Haiman: Manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
·         Stoner: Manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber-sumber organisasi lainnya untuk mancapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
·         Mary Parker Follet: Mendefinisikan manajemen sebagai suatu seni untuk melakukan sesuatu melalui orang lain.

2.      Manajemen sebagai suatu kolektivitas
Menurut Henry Fayol manajemen sebagai suatu kolektivitas adalah suatu kumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk untuk mencapai tujuan bersama. Kumpulan orang-orang disini menunjukan adanya tingkatan kepemimpinan (pimpinan atas, menengah dan bawah).

3.      Manajemen sebagai Ilmu dan Seni
Menjelaskan tentang gejala-gejala yang diteliti dengan menggunakan metode ilmiah, yaitu menggunakan bantuan disiplin ilmu lainnya seperti ilmu sosial, filsafat, matematik dan statistic dan lain sebagainya.

Definisi Psikologi Manajemen :
Efek dari pikiran yang mengarahkan pekerjaan ke pekerjaan yang telah diarahkan (telah di atur). Atau efek pikiran untuk mengelola tujuan.

KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan menurut para ahli:
·         Mumfrrord (1906-1907) : “kepemimpinan adalah keunggulan seseorang atau bebrapa individu dalam kelompok, dalam mengontrol gejala-gejala sosial “.
·         Knickerbocker (1948) : “kepemimpinan adalah fungsi dari kebutuhan yang muncul pada situasi tertentu dan terdiri atas hubungan antara individu dengan kelompoknya.
·         Tead (1929), kepemimpinan sebagai perpaduan dari berbagai sifat yang memungkinkan individu mempengaruhi orang lain untuk mengerjakan beberapa tugas tertentu.
·         Bogarus (1928), kepemimpinan sebagai bentukan dan keadaan pola tingkah laku yang dapat membuat orang lain berada di bawah pengaruhnya.
·         Stuart : “kepemimpinan sebagai kemampuan yang memberi kesan tentang keinginan pemimpin, sehingga dapat menimbulkan kepatuhan, rasa hormat, loyalitas dan kerjasama”.
·         Tannenbaum, Weschler dan Massank (1961) : “kepemimpinan sebagai pengaruh interpersonal, dipraktekan dalam suatu situasi dan diarahkan melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan.
·         Bellow (1959) : “kepemimpinan sebagai proses menciptakan situasi sehingga para anggota kelompok, termasuk pemimpin dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimal.


Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa  Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.



DAFTAR PUSTAKA
L.M. GILBRETH, PH.D., (1914). The Psychology of Management. New York: The Mamillan Company.
Asep Suryana, M.Pd., (2010). KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/194505031971091-MUHAMMAD_KOSIM_SIRODJUDIN/DEFINISI_DAN_TEORI_KEPEMIMPINANx.pdf